PERAN KELEMBAGAAN PETANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI KENTANG BERBASIS AGRIBISNIS

Ratna Ratna, Muhammad Arifin Fattah, Hasriani Hasriani

Abstract


Lembaga yang ada di Kabupaten Bantaeng khususnya Desa Bonto Daeng Kecamatan Ulu Ere terbagi atas dua kelembagaan yaitu Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Gapoktan dan kelompok tani, yang masing- masing memiliki peran penting dalam membantu petani di dalam melakukan pengembangan usahataninya. Dimana para petani telah melakukan program pengembangan usahatani kentang untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelembagaan petani dalam pengembangan usahatani kentang berbasis agribisnis di Desa Bonto Daeng Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan menunjuk langsung informan yang akan diwawancarai dengan jumlah informan 4 orang yang terdiri dari penyuluhan, ketua gapoktan, ketua kelompok tani dan petani kentang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dimana data yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan dideskripsikan secara kualitatif, proses analisis di mulai sejak awal penelitian hingga akhir penulisan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran lembaga dalam pengembangan usahatani kentang melalui program proposal, kegiatan yang diadakan di dinas pertanian peran dinas adalah untuk memperoleh pengadaan bibit, pupuk, trakor dan obat-obatan kemudian akan disalurkan kepada anggota kelompok tani. Peran informasi dan teknologi yaitu penyampaian materi kegiatan penyuluhan tentang pola tanam, hama dan penyakit. Sedangkan pemasaran usahatani kentang yaitu pedagang besar mendatangi pihak produsen dan melakukan kerjasama antara petani dan pedagang pengumpul. Namun masih memiliki kendala terkait dengan kurangnya ketersediaan bibit unggul dan pengadaan pupuk, yang belum optimal serta masih kurangnya pemahaman petani terkait dengan budidaya tanaman hortikultura.

Keywords


Pengembangan kelembagaan; Usahatani; Kentang

References


Akbar, Syarif, A., Saleh, M. I., Jumiati. (2022). Penguatan Kelembagaan Lokal dalam Pengembangan Agribisnis Hortikultura di Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng. JSEP: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18 (2) : 159-174.

Anantanyu, S. (2009). Kapasitas Kelembagaan Kelompok Petani (Kasus di Provinsi Jawa Tengah) [Skripsi]. Agribisnis, Institut Pertanian Bogor.

Anantanyu, S. (2011). Kelembagaan Petani: Peran Dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 7(2). DOI: https://doi.org/10.20961/sepa.v7i2.48895.

Cahyono, S. dan D.S. Tjokropandojo. (2012). Peran Kelembagaan Petani dalam Mendukung Keberlanjutan Pertanian sebagai Basis Pengembangan Ekonomi Lokal. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK Vol 2 (1):15-23.

Gultom, L. S., & Gea, D. Z. (2020). Analisis Agribisnis Kentang (Solanum tuberosum L) Desa: Merek, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Darma Agung, 28(2), 178-186.

Handayani, A. dan Dewi, T.H. (2013). Kemampuan Mengelola Konflik Interpersonal di Tempat Kerja Ditinjau Dari Persepsi Terhadap Komunikasi Interpersonal Dan Tipe Kepribadian Ekstrovert. Jurnal Psikologi UNDIP, Vol 1 (2) : 32-43.

Maskur, F. (2013). Peranan Kelembagaan Dalam Pengembangan Agribisnis Kentang (Studi Kasus Dalam Kajian Agribisnis Di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tiggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan) [Doctoral Dissertation]. University Hasanuddin.

Nasrul, W., & UMSB, D. F. (2012). Pengembangan Kelembagaan Pertanian Untuk Peningkatan Kapasitas Petani Terhadap Pembangunan Pertanian. Jurnal Menara Ilmu. Vol. III No.29.

Nasution, A. H., Hanter, Rahman, P. (2020). Peran Kelembagaan dalam Sistem Pemasaran Cabai Merah di Sumatera Utara. JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis): Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 5 (5) : 176-185.

Noviatirida, W. (2011). Analisis Bentuk Kerja Sama Petani dengan Lembaga- Lembaga Pendukung Pengembangan Agribisnis Kakao di Kenagarian Sekucur, Kecamatan V Koto Kampung dalam, Kabupaten Padang Pariaman [Skripsi]. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas Padang. Padang.

Saragih, Bungaran. (2001). Suara dari Bogor: Membangun Sistem Agribisnis. Bogor: Yayasan USESE Bekerjasama dengan PT. Sucofindo.

Samadi. (2007). Kentang dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Kanisius.

Sesbany. (2010). Penguatan Kelembagaan Petani Untuk Posisi Tawar Petani. Medan: STTP Medan

Setiadi. (2009). Budidaya Kentang (Pilihan Berbagai Varietas dan Pengadaan Benih). Jakarta: Penebar Swadaya.

Wahyuni, D. (2017). Penguatan Kelembagaan Petani Menuju Kesejahteraan Petani. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 10(17).




DOI: https://doi.org/10.33096/wiratani.v6i1.113

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Ratna Ratna, Muhammad Arifin Fattah, Hasriani Hasriani

 ___________________________________________________________
Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis
ISSN 2614-5928
Published by Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0