Analisis Kinerja Penyuluh dan Efektivitas Penyuluhan Pada Usahatani Padi di Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep
Abstract
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis kinerja penyuluh pertanian terhadap kegiatan usahatani padi di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep; 2) Menganalisis efektivitas penyuluhan pertanian terhadap kegiatan usahatani padi di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.; dan 3) Menganalisis tingkat produksi dan pendapatan usahatani padi di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan pada bulan Juli 2025 sampai dengan bulan Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi yang aktif dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Sampel sebanyak 100 orang petani. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan 2 orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) sebagai informan kunci untuk memberikan informasi mendalam terkait efektivitas penyuluhan pertanian di Kecamatan Segeri. Analisis data yaitu analisis Indikator Kinerja Penyuluh Pertanian, analisis efektivitas, analisis biaya dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Segeri tergolong baik, ditunjukkan oleh nilai kinerja sebesar 84,05% pada aspek persiapan, 81,97% pada aspek pelaksanaan, dan 91,50% pada aspek evaluasi serta pelaporan. Efektivitas penyuluhan pertanian juga berada pada kategori sangat efektif, terlihat dari indikator kualitas dan kompetensi penyuluh (83,17%), relevansi materi dan metode penyuluhan (84,17%), tingkat partisipasi petani (84,00%), dampak terhadap produktivitas (84,00%), kelembagaan dan dukungan kebijakan (84,00%), serta inovasi dan digitalisasi penyuluhan (100%). Kondisi tersebut berdampak positif terhadap kinerja usahatani padi, dengan produksi rata-rata sebesar 3.835 kg per petani atau 5.346 kg per hektar, penerimaan mencapai Rp 23.007.000 per petani atau Rp 32.074.446 per hektar, total biaya sebesar Rp 2.241.267 per petani dan Rp 3.124.588 per hektar, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh petani mencapai Rp 20.765.733 per petani atau Rp 28.949.858 per hektar.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)DOI: https://doi.org/10.33096/wiratani.v9i1.593
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Andi Nurul Arifathul Jannah
___________________________________________________________
Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis
ISSN 2614-5928
Published by Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0



